Yang melagut berjuta nyawa,
Suci dewasa yang tersandar,
Pada dinding dan lantai sketsa,
Setelah peluh hina terencis mewarna.
Ada dewasa kotor mengilai,
Dalam tawa kecaburan air mata,
Ada dewasa kotor berpoya,
Dalam rakus kecaburan dunia.
Sedang anak di rumah menjadi bisu,
Setelah tangis tiada tersisa,
Tiada susu tanpa ibu,
Tiada roti tanpa abi.
Kerlip anak kalau dimengerti,
Bawa aku pergi dari dunia,
Biar aku lari dari dunia.
Sesungguh aku teringin hancur,
Daripada terdewasa menjadi kotor.

